ABOUT US RATE CARD CREW CONTACT US    
 
 
Untuk Media Player Lain ;
 
Counselor 1   
Counselor 2    
Telepon (021) 5565-1350
 
 

 

 


Kehidupan Ibadah Sepasang Suami Istri (II)

Saat Teduh untuk Diri Sendiri

Kalau anggota keluarga yang ada masih terlalu kecil dan individualistis, biasanya ibulah menjadi pihak paling sibuk. Namun demikian, seorang ibu hendaknya mengambil waktu yang tenang untuk dirinya sendiri, untuk berjumpa dengan Tuhannya. Banyak kecemasan yang dirasakan seorang ibu yang tidak pernah dirasakan atau dicemaskan sang suami. Derita anak adalah derita ibu, kata ungkapan. "Surga berada di bawah telapak kaki ibu," kata orang lagi. Jadi derita dan surga ada dan bertumpu pada perilaku kehidupan seorang ibu.

Oleh karena itu, sudah selayaknya seorang ibu menyediakan waktu berdoa seorang diri. Manakala semua anggota keluarga sudah tidur dengan tenang, ia perlu bangun dan berdoa, mengutarakan kepada Tuhan semua masalah yang dialami, dihadapi dan digelisahkannya.

Saat itu digunakan untuk mencurahkan segenap keluh kesah kepada-Nya, pelindung yang Maha Tangguh, Maha Kuasa dan tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Yesus Kristus akan mendengarkan doa seorang ibu karena memang Ia pun pernah merasakan kasih sayang seorang ibu ketika Ia berada di dunia ini sebagai Anak Manusia, yang lahir di tengah-tengah keluarga Yusuf dan Maria. Berdoalah kepada-Nya, hai kaum ibu, Ia akan mendengarkan keluh kesahmu. Tidak ada kesukaran dunia ini yang tidak pernah dirasakan-Nya, tidak ada derita manusia seberat derita yang pernah ditanggung-Nya. Dalam usia yang singkat, sebagai manusia, Ia telah menanggung penderitaan umat manusia sampai kepada kematian sekalipun.

Utarakanlah persoalanmu kepada-Nya, maka Ia akan memberikan kekuatan dan jalan keluar yang baik kepadamu. Tidak ada masalah yang tidak dapat dipecahkan-Nya. Tidak ada kesulitan besar di dunia ini yang tidak dapat diselesaikan-Nya. Ingatlah, bahwa Dialah pencipta, penyedia segala keperluan hidup umat manusia dan segala makhluk yang hidup di bawah langit bumi ini.

Tiada gunung kesulitan yang tidak dapat didaki bersama Yesus Kristus. Tidak ada lembah derita yang begitu dalam yang tidak dapat dijangkau Yesus Kristus. Tidak ada laut perjuangan hidup yang paling kuat gelombangnya yang tidak dapat diteduhkan oleh Kristus. Tidak ada penyakit yang begitu parah yang tidak dapat disembuhkan oleh Kristus. Tidak ada lembah maut yang begitu kelam yang tidak dapat ditaklukkan oleh Kristus. Tiada tangisan yang begitu sedih yang tidak dapat dihiburkan oleh Kristus. Tengadahkan wajahmu ke atas, ulurkan tanganmu dua-duanya kepada-Nya, maka Ia akan melihatmu dan mengulurkan tangan pertolongan untukmu.

Gunakanlah saat teduh itu dengan hati sungguh-sungguh.

Ketika Jarak Memisahkan Suami dan Istri

Kehidupan kota yang begitu rumit dan dinamis membuat suami dan istri bekerja di tempat yang berbeda dan jauh jaraknya. Karena "jarak" ini banyak godaan yang dihadapi kedua belah pihak. Iblis mencari celah- celah untuk merenggangkan hubungan suami dan istri karena jarak ini.

Mungkin, Hawa cepat jatuh ke dalam godaan ular itu karena ia berjauhan dari Adam. Dalam jarak yang berjauhan ini, perhatian kadang-kadang terpusat pada sesuatu yang menggoda itu saja, dan tidak menyadari bahaya yang mengancam. Bahaya itu muncul bukan secara tiba-tiba. Datangnya sangat pelahan dan halus, nyaris tidak terasa dan tahu-tahu kita sudah terperangkap di dalamnya. Waktu dan tempat sangat memegang peranan penting dalam "penggodaan." Semakin jauh Anda dari pusat kendali, semakin berkurang tenaga pengendalian Anda.

Doa adalah komunikasi dengan Tuhan. Seringlah berdoa di mana pun Anda berada. Seorang istri yang jauh dari suaminya harus menyiapkan diri untuk lebih banyak berdoa, baik untuk suaminya dan juga untuk dirinya sendiri. Doa akan meneguhkan iman, memberikan ketentraman kepada jiwa dan mendatangkan keteduhan bagi batin dan perasaan. Juga bagi sang suami, banyak godaan di tempat pekerjaan yang dapat membuat perhatiannya untuk sementara jauh dari kepentingan keluarga.
Kepeduliannya terhadap keluarga hendaknya diungkapkan dalam doa dan Tuhan akan mengatasi jarak itu serta menanamkan "rasa rindu" di dalam diri masing-masing anggota keluarga, untuk berkumpul bersama- sama. Tuhan itu Maha Tahu dan Maha Kuasa. Ia mengetahui kekurangan- kekurangan umat-Nya dan mampu memberi kekuatan kepada mereka apabila mereka memohon pertolongan kepada-Nya. Ia akan menjawab pada waktu yang tepat.

Suami yang jarang berdoa, lebih dekat kepada bencana yang dapat muncul sewaktu-waktu. Istri yang lupa berdoa, berarti membiarkan pencobaan mengancam rumah tangganya dan kemungkinan akan lebih banyak menuai ketidakbahagiaan. (bersambung)