(c) Persoalan sikap yang menular – ayat 2
Perhatikan, ketika satu orang mulai mengeluh, maka yang lainnya akan ikut-ikutan tertular.
2. Karena seorang pengeluh adalah orang yang gagal melewati ujian
Dalam hidup ini selalu ada ujian untuk kenaikan. Nah, Tuhan juga suka memberikan ujian untuk menaikkan tingkat iman orang kristen, lewat berbagai hal:
(a) Kesulitan hidup
(b) Kekurangan
(c) Kegagalan dsb.
Nah, orang yang terus mengeluh ketika diijinkan Tuhan masuk dalam ujian berarti telah gagal naik kelas.
Mengeluh menjadi tanda bahwa seseorang tidak bisa menerima keadaan yang dialaminya!
Padahal Tuhan mau kita mengucap syukur dalam segala perkara. |
|
3. Karena seorang pengeluh selalu mencari orang lain untuk disalahkan
Ketika Israel kehabisan makanan dan minuman maka mereka cepat sekali menyalahkan Musa sebagai orang yang bertanggung jawab membawa mereka ke padang gurun.
Kalau anda perhatikan orang yang suka mengeluh pasti suka menyalahkan orang lain. Misalnya:
(a) Ketika jalan macet – menyalahkan angkot yang ngetem
(b) Ketika tidak naik pangkat – menyalahkan bossnya sentimen sama dirinya.
(c) Ketika tidak bisa akur dengan orang lain – menyalahkan orang lain sebagai tidak bisa mengerti diri mereka. dsb.
4.Seorang pengeluh tidak pernah puas dengan apa yang diberikan kepada mereka – Kel.16:13-15
Sekalipun Tuhan sudah memberi burung Puyuh dan Manna, namun Israel tetap tidak puas dengan semua itu.
Sikap tidak pernah puas adalah salah satu ciri dari seorang pengeluh.
(a) Pengeluh cenderung menuntut lebih kepada Tuhan
Apa yang Tuhan berikan, selalu mereka anggap kurang baik, kurang hebat, kurang enak, dsb. Sehingga mereka menuntut lebih lagi – Bil.11:1-6
(b) Pengeluh memiliki mental berkekurangan
Seorang pengeluh memiliki mental berkekurangan, sehingga berapapun yang mereka miliki, mereka selalu merasa kurang!
Mereka tidak pernah bersyukur, berapapun banyaknya yang mereka punya!
Menyimpulkan bahasan kali ini, kita mesti mengingat satu hal : “Complainer never winner” = Pengeluh tidak akan pernah jadi pemenang!
Seorang pemenang selalu bisa mengatasi keadaan buruk, sementara seorang pengeluh kerjaannya hanya meratapi keadaan buruk yang dialaminya! –selesai- (lead.sabda.org)
|