ABOUT US RATE CARD CONTACT US    
 
 
Untuk Media Player Lain ;
 
Counselor 1   
Counselor 2    
Telepon (021) 5565-1350
 
 


 

 


Prinsip Kembangkan Calon Pemimpin

Ada dua prinsip tambahan yang akan sangat membantu dalam mengembangkan calon-calon pemimpin.

1. Pilihlah dengan bijak.
Kunci utama dalam mengembangkan calon-calon pemimpin adalah seleksi yang cermat dalam memilih orang yang tepat. Menghabiskan waktu dalam mempersiapkan seseorang untuk mengemban tanggung jawab kepemimpinan, untuk kemudian mengetahui bahwa Anda telah salah memilih orang adalah sebuah tragedi ganda. Anda hanya memunyai satu kesempatan hidup untuk diinvestasikan, dan merupakan sebuah kesia-siaan ketika Anda memberikannya kepada orang yang salah. Untuk pergi kepada orang itu dan mengakui kesalahan Anda, lalu membantu mengarahkan kembali perjalanan hidupnya adalah tindakan yang bisa jadi memperparah. Karena hati orang tersebut telah ditetapkan dalam posisi kepemimpinan, ia dapat dengan mudah terguncang dalam hal kepercayaan diri, keyakinan terhadap kepemimpinan Anda, dan keyakinan kepada Allah. Untuk pulih dari luka batin semacam itu akan membutuhkan waktu bertahun-tahun. Jadi, pilihlah seseorang secara dengan cermat dan dalam doa. Ingatlah bahwa Yesus menghabiskan waktu untuk berdoa sebelum memilih kedua belas rasul (Lukas 6:12-13).

Sembari Anda memilih seorang untuk dilatih, ingatlah bahwa beberapa orang merespons petunjuk, teguran, dan perbaikan sementara beberapa orang tidak. "Janganlah mengecam seorang pencemooh, supaya engkau jangan dibencinya, kecamlah orang bijak, maka engkau akan dikasihinya, berilah orang bijak nasihat, maka ia akan menjadi lebih bijak, ajarilah orang benar, maka pengetahuannya akan bertambah." (Amsal 9:8-9) Beberapa orang siap untuk diberi bantuan, sementara yang lain tidak. Tetapi yang lebih dalam dari itu adalah -- beberapa orang memiliki kapasitas untuk dilatih menjadi seorang pemimpin dan yang lainnya tidak.

2. Investasikan waktu Anda.
Kunci kedua, setelah Anda memilih dengan cermat seseorang yang Anda percaya Allah ingin kembangkan menjadi seorang pemimpin, adalah menghabiskan waktu pribadi Anda dengannya. "Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya." (Amsal 27:17) Ini adalah gambaran yang sangat jelas bagi orang-orang yang dibesarkan dalam wilayah pertanian. Saya masih dapat membayangkan ayah saya sedang mengasah mata cangkul, sabit, pisau untuk memanen jagung, dan sekop dengan batu asahnya. Dengan semua itu, saya bisa melihat suatu kontak pribadi intensif yang dibutuhkan untuk mempersiapkan calon-calon pemimpin dalam pekerjaan mereka.

Beberapa tahun yang lalu, saya mendapat kehormatan untuk mendapat pelajaran dari salah seorang pemimpin Kristen yang paling produktif di Amerika Serikat. Suatu hari ketika kami sedang berkendara dengan mobil, saya mulai mengkritik sekelompok orang Kristen dan proyek yang sedang mereka kerjakan. Saya mendengar seseorang mengatakan hal itu dan mengulangi saja perkataannya. Dick duduk diam untuk beberapa saat, lalu berpaling kepada saya dan mulai menanyakan beberapa pertanyaan yang agak menyudutkan saya. "Berapa banyak yang benar-benar kamu ketahui? Apakah informasi itu kamu dengar langsung atau lewat orang lain? Apakah kamu memiliki semua faktanya? Misalnya, apakah kamu menyadari hal ini? Atau ini?"

Saya duduk dengan gelisah dan saya yakin wajah saya berubah menjadi merah karena malu. Ketika saya berusaha untuk menutupinya, ia memaksa saya untuk jujur. Setelah saya mempermalukan diri sendiri, ia meluangkan beberapa menit untuk memberitahu saya mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Kemudian ia membuka Kitab Suci dan menceritakan apa yang Alkitab katakan mengenai kelakuan saya tadi. Saya merasa menyesal, tetapi menjadi lebih bijak dan saya juga mendapat pelajaran berharga. Allah memakai kejadian itu dan juga beberapa kejadian lain di musim panas itu, untuk mengasah beberapa sisi kehidupan saya yang masih kasar.

Mungkin Anda berkata, "Saya bukanlah seseorang yang tajam. Dapatkah Allah memakai saya untuk menajamkan orang lain?" Tentu saja! Tetapi pertama-tama Ia harus menajamkan Anda. Salah satu cara Allah untuk menajamkan Anda adalah dengan memakai orang lain. Bergurulah kepada orang-orang yang dipakai oleh Allah. Anda akan belajar lebih banyak dengan mempelajari orang-orang daripada mempelajari buku-buku. Belajarlah untuk mengajukan pertanyaan. Ajaklah orang-orang itu makan malam di rumah Anda, makan siang di luar, bermain golf atau tenis. Habiskan waktu dengan orang-orang tersebut dan belajarlah dari mereka. Belajarlah dengan cara memerhatikan mereka. Roh Allah akan memakai orang lain untuk menempa dan menguatkan Anda, serta membuat Anda menjadi alat pengasah di tangan-Nya.

Allah memberi para pemimpin sebuah tanggung jawab untuk mengembangkan orang-orang yang dipercayakan kepada mereka. Tanpa terkecuali, setiap orang dalam tanggung jawab pemimpin membutuhkan pengembangan dan pelatihan lebih lanjut. Setiap orang telah diberi karunia oleh Allah, sehingga Roh Allah dapat memakai mereka untuk memperkaya dan memperdalam kehidupan orang lain dalam tugas mereka untuk membangun tubuh Kristus. (lead.sabda.org)