ABOUT US RATE CARD CONTACT US    
 
 
Untuk Media Player Lain ;
 
Counselor 1   
Counselor 2    
Telepon (021) 5565-1350
 
 


 

 


Berada di Tempat yang Keliru (I)

Boleh dikatakan semua orang pernah mengetahui sebuah tim di mana anggota-anggotanya menjalani peran-peran yang tidak cocok dengannya: seorang akuntan dipaksa bekerja dengan sumber daya manusia sepanjang hari, seorang pemain penyerang dipaksa menjadi pemain tengah, seorang pemain gitar memainkan keyboard, seorang guru mengerjakan pekerjaan-pekerjaan administratif, pasangan yang benci dapur menjadi koki.

Apakah yang terjadi kepada tim kalau salah seorang atau lebih anggotanya terus bermain tidak sesuai dengan posisinya? Pertama, moral akan merosot karena tim tidak bermain sesuai dengan kemampuannya. Lalu orang-orang akan benci. Orang-orang yang bekerja di bidang yang menjadi kelemahannya benci karena kemampuan terbaiknya tidak dimanfaatkan.

 
 


Dan orang lain dalam tim yang mengetahui bahwa mereka lebih dapat mengisi posisi yang keliru diisi itu benci karena keterampilan mereka tidak dipandang. Tidak lama kemudian, orang-orang menjadi enggan bekerja sama sebagai satu tim. Lalu kepercayaan diri semua orang akan merosot. Dan situasinya menjadi semakin buruk saja. Tim tidak lagi maju, dan persaingan memanfaatkan kelemahan tim terjadi. Akibatnya, tim tak pernah merealisasikan potensinya. Kalau orang-orang keliru ditempatkan, segalanya takkan berjalan dengan baik.

Memiliki orang yang tepat di tempat-tempat yang tepat sangatlah penting dalam membangun tim. Dinamika tim berubah menurut penempatan orang-orangnya:

Orang yang keliru di tempat yang keliru = KEMUNDURAN
Orang yang keliru di tempat yang tepat = FRUSTRASI
Orang yang tepat di tempat yang keliru = KEBINGUNGAN
Orang yang tepat di tempat yang tepat = KEMAJUAN
Orang-orang yang tepat di tempat-tempat yang tepat = PELIPATGANDAAN

Tidak menjadi soal tim seperti apa yang Anda hadapi, prinsipnya tetap sama. David Ogilvy benar ketika mengatakan, "Restoran yang dikelola dengan baik adalah seperti tim "baseball" yang hebat. Ia memanfaatkan bakat setiap anggotanya dengan sebaik-baiknya dan memanfaatkan setiap peluang yang ada untuk mempercepat pelayanan."

Saya diingatkan mengenai isu ini oleh sesuatu yang saya lakukan beberapa tahun yang lalu. Ketika itu saya diminta menulis sebuah bab untuk buku berjudul "Destiny and Deliverance", yang dikaitkan dengan film karya Dream Works berjudul "The Prince of Egypt". Itu adalah suatu pengalaman yang mengagumkan, yang menggembirakan. Selama proses penulisannya, saya diundang ke California untuk melihat bagian-bagian filmnya sementara masih diproduksi. Itu membuat saya ingin melakukan sesuatu yang belum pernah saya lakukan sebelumnya: menghadiri pemutaran film perdana di Hollywood.

Penerbit saya berhasil mendapatkan beberapa tiket bagi saya untuk pemutaran perdana tersebut, dan ketika saatnya tiba, saya dan istri saya, Margaret, terbang ke ibukota film tersebut. Singkatnya, kami benar-benar gembira.

Siapa pun yang pernah menonton film, pertunjukan, atau pun pertandingan olahraga bersama saya, mengetahui pola saya. Begitu saya yakin tentang hasil pertandingan bola misalnya, saya segera keluar agar mendahului penonton lainnya. Ketika hadirin Broadway sedang memberikan sambutan meriahnya, saya sudah pergi. Dan begitu daftar nama-nama muncul di layarnya, saya sudah keluar dari tempat duduk saya. Namun, ketika "The Prince of Egypt" hampir usai, dan saya mulai bangkit dari tempat duduk saya, tak seorang pun di bioskop itu bergerak. Lalu terjadilah sesuatu yang benar-benar mengejutkan. Sementara nama-nama bermunculan di layar, orang-orang pun mulai memberikan sambutan kepada individu-individu yang kurang dikenal, yang namanya muncul di layar: perancang kostum, penulis alur cerita, asisten sutradara. Itu adalah saat yang tak pernah saya lupakan -- yang mengingatkan saya bahwa semua pemain memiliki tempat di mana mereka paling memberikan nilai tambah. Kalau mas ing-masing orang mengerjakan pekerjaan yang paling cocok baginya, semua orang menang.

Tempatkanlah Orang-Orang di Tempat-Tempat Mereka

Pelatih juara NFL, Vince Lombardi, menyimpulkan, "Prestasi sebuah organisasi adalah hasil dari upaya gabungan dari masing-masing individunya." Itu benar, tetapi menciptakan tim pemenang bukanlah sekadar dari memiliki individu yang tepat. Anda boleh saja memiliki kelompok individu yang berbakat, tetapi kalau masing-masing orang tidak melakukan apa yang paling memberikan nilai tambah bagi timnya, Anda takkan mencapai potensi Anda sebagai tim. Itulah seni memimpin tim. Anda harus menempatkan orang-orang di tempatnya yang sesuai, dan yang saya maksudkan adalah dengan cara yang positif! (bersambung)