| |
Menjadi Besar di Hadapan-Nya (III)
|
|
Setelah mengamati sebuah rancangan, Petersen bertanya kepada Telnack apakah mobil yang digambarnya itu merupakan mobil yang akan dikemudikannya. Telnack mencoba mencerna pertanyaan itu dan kemudian menjawabnya dengan jujur: "Sudah tentu tidak. Saya tidak mau mobil itu diparkir di rumah saya." Kemudian Petersen meminta kepadanya untuk merancang sebuah mobil yang dapat dibanggakannya. Hasilnya sebuah mobil yang luar biasa hebatnya dengan menampilkan sudut yang lengkung (seperti halnya Taurus). Setelah bertahun-tahun mengalami kepemimpinan yang otokratik, peluang Telnack untuk menampilkan kreasinya akhirnya diperoleh di Ford, dan ia menanggapinya dengan membuat salah satu rancangan yang paling berhasil dalam sejarah otomotif. |
Pemimpin yang rendah hati ini sudah tentu menjadi komponen utama dari peralihan Ford pada awal pertengahan tahun 1980-an. Ia selalu menghindar untuk menjadi pusat perhatian dan memilih untuk tidak menonjolkan diri, yaitu dengan memberikan kesempatan itu kepada orang lain ketimbang dirinya. Dengan sikap rendah hati itu, ia mendapatkan penghargaan sebagai pemimpin perusahaan terbaik dan pemimpin paling efektif di Amerika untuk tahun 1988 berdasarkan pilihan Fortune 500/CNN Moneyline yang diadakan di kalangan CEO, bahkan menyingkirkan peringkat kedua yang merupakan seorang profil terkenal dari Chrysler, Lee Iacocca.
Secara keseluruhan, Yesus menunjukkan hal yang menakjubkan dan bertolak belakang. Keagungan justru datang karena menghindarinya, bukan karena mencarinya. Atau lebih akuratnya, bibit keagungan berasal dari sikap rendah hati dan melayani. Tidak perlu mencari sanjungan. Lebih baik, sanjungan mencari Anda dengan caranya tersendiri dan waktu yang tepat. Tidak perlu terlalu memikirkannya. Laksanakanlah tugas Anda dengan mengutamakan hal yang konstruktif dan berfokus pada penghargaan dan pengakuan atas kontribusi pihak lain daripada diri Anda sendiri. Jika Anda melakukan hal ini secara tulus, maka usaha Anda sering kali akan mendapat pengakuan, selama Anda tidak mencari dan mengharapkannya.
Kebenaran akan hal ini saya temukan secara pribadi selama bekerja bertahun-tahun bersama para mahasiswa. Semakin tinggi saya menghargai dan mengutamakan para mahasiswa saya, semakin tinggi pula penghargaan yang saya terima dari motivasi dan antusiasme mereka. Ketika saya mendorong mereka untuk meraih dan menerapkan keinginan mereka serta menghargai bakat mereka yang unik, sering kali mereka meminta saya mengadakan berbagai proyek yang sangat produktif; mereka sering kali tampak bekerja terlalu keras dalam proyek-proyek tersebut. Sempat beberapa kali saya meminta para mahasiswa untuk sedikit mengurangi semangat kerja keras mereka pada proyek kami, dan akibatnya mereka kurang menghargai saya.
Ringkasnya, cobalah temukan kualitas yang mirip dengan seorang anak kecil seperti sikap keingintahuan dan selalu ingin bermain, serta mengombinasikan kerendahan hati dengan optimisme alamiah yang dapat Anda capai untuk segala hal yang Anda lakukan. Sementara itu, latihlah diri Anda untuk memerhatikan kontribusi yang unik dan menarik dari setiap tindakan yang dilakukan orang lain serta hargai dan dorong usaha mereka. Tampaknya hal ini menunjukkan bahwa Yesus menginginkan kita untuk belajar.
Salah satu kutipan favorit saya dari Nathaniel Hawthorne merupakan penutup yang terbaik. Kutipan ini berkaitan dengan kegembiraan, tetapi dapat juga dikatakan berfokus kepada keagungan.
"Kegembiraan sama halnya seperti seekor kupu-kupu; ketika dikejar, ia akan lepas dari genggaman kita, tetapi jika Anda duduk tenang, bisa saja ia menghampiri Anda." –selesai- (lead.sabda.org) |
|