Kemurahan hati merupakan salah satu bagian dalam kehidupan Yosua yang membutuhkan perbaikan. Ada 2 orang dari tujuh puluh pemimpin Israel yang didiami oleh roh. Mereka tinggal dan bernubuat di perkemahan mereka; ketika Yosua mendengar hal itu, dia berkata, "Tuanku Musa, cegahlah mereka!" Lalu, Musa menanggapi "Apakah engkau begitu giat mendukung diriku?" (Bilangan 11:28-29) Roh Allah untuk semua orang. Yosua perlu belajar bahwa pemimpin bisa saja terdiri dari lebih dari satu pemimpin yang ditunjuk oleh Allah. Untuk
menjadi seorang pemimpin rohani Anda perlu menjadi nomor lima, atau nomor empat, atau nomor tiga untuk menjadi nomor satu. |
|
"Kepemimpinan rohani sejati mengabaikan perilaku yang mempromosikan diri sendiri."
4. Iman adalah Faktor Pendorong Pemimpin Rohani
Inilah yang ditunjukkan Yosua dan Kaleb kepada Musa. Ketika mayoritas berkata mustahil, kedua orang setia ini berkata, "mereka akan kita telan habis!" (Bilangan 14:9) Ketika TUHAN berbicara kepada seorang pemimpin sering sekali terjadi pertentangan. Walaupun ada kritik
yang ditujukan kepada gereja, kita sebagai pemimpin-pemimpin perlu fokus pada apa yang Allah inginkan bagi anak-anak-Nya. Tekanan dari pergaulan dapat menghancurkan seorang pemimpin yang tidak berhati-hati dengan firman Allah.
"Pemimpin Rohani tidak harus setuju dengan pendapat mayoritas."
Ambillah Yosua bin Nun, seorang yang penuh roh, letakkanlah tanganmu atasnya. Allah menginginkan orang-orang Kristen yang dipenuhi Roh untuk mengisi posisi-posisi kepemimpinan. "Saat kita berjalan dan melayani dalam Roh, Roh akan memberikan kita tugas-tugas khusus dalam gereja. Tugas-tugas ini akan menjadi tugas kepemimpinan dalam
semua level, entah itu tugas di meja tunggu, entah tugas sebagai pengabar Injil."
5. Pemimpin yang Dapat Diganti Setelah Masanya Usai
Musa adalah pemimpin terhebat yang pernah dimiliki Israel. Dia jauh lebih hebat dari Yosua. Kenyataannya, dalam kepemimpinan Allah tidak terlalu memerlukan keahlian atau bakat kepemimpinan kita. Kita dapat menjadi pemimpin yang hebat hanya ketika kita menyadari bahwa kita dapat digantikan oleh orang lain. Kita bukanlah yang terbaik dari yang terbaik, tetapi yang lebih penting adalah kita semua dapat berbagi pekerjaan Allah. Jika tiba waktunya bagi kita untuk menyerahkan kunci-kunci kepemimpinan, kita perlu melakukannya dengan kepercayaan terhadap pemimpin lain. Kita perlu untuk dapat digantikan.
Kita semua membutuhkan kedisiplinan rohani dalam hidup kita, agar Allah memanggil kita menjadi pemimpin sesuai dengan kehendak-Nya. Amin! –selesai- (lead.sabda.org)
|