Untuk dapat menempatkan orang-orang di tempat-tempat yang paling menggunakan bakat mereka serta memaksimalkan potensi timnya, Anda butuh tiga hal.
Anda Harus Kenal Timnya
Anda tidak mungkin membangun tim atau organisasi yang hebat kalau Anda tidak mengetahui visinya, tujuannya, budayanya, atau sejarahnya. Kalau Anda tidak tahu timnya mau ke mana dan mengapa ia ingin ke sana, Anda tidak mungkin membawa tim tersebut ke potensinya. Anda harus mulai di mana sesungguhnya tim itu berada; barulah Anda dapat membawanya ke suatu tempat. |
|
Anda Harus Kenal Situasinya
Sekalipun visi atau tujuan sebuah organisasi lumayan konstan, situasinya terus berubah. Pembangun tim yang baik mengetahui di mana timnya berada dan apa yang dituntut oleh situasinya. Umpamanya, kalau sebuah tim masih muda dan baru mulai, prioritas terbesarnya sering kali adalah mengumpulkan orang-orang yang baik. Tetapi dengan semakin matangnya tim dan meningkatnya tingkat bakatnya, penyempurnaan menjadi lebih penting. Ketika itu sang pemimpin harus lebih banyak menghabiskan waktu untuk menyocokkan orang dengan posisinya.
Anda Harus Kenal Pemainnya
Kedengarannya sudah jelas, tetapi Anda harus kenal orang yang ingin Anda posisikan di posisi yang tepat. Saya mengatakannya demikian karena para pemimpin cenderung ingin menjadikan semua orang lainnya sama seperti citranya sendiri, mendekati pekerjaan mereka dengan menggunakan keterampilan yang sama serta metode pemecahan masalah yang sama. Tetapi membangun tim bukanlah seperti bekerja di lini perakitan.
Sementara Anda berupaya membangun tim, evaluasilah pengalaman, keterampilan, temperamen, sikap, semangat, keterampilan bergaul, disiplin, kekuatan emosional, dan potensi masing-masing orang. Barulah Anda siap membantu seorang anggota tim menemukan tempatnya yang tepat.
Mulailah dengan Mencari Tempat yang Tepat bagi Anda Sendiri
Sekarang ini mungkin Anda bukan pada posisinya untuk menempatkan orang lain dalam tim Anda. Malah, mungkin Anda berpikir, "Bagaimana sih aku mendapatkan posisi yang tepat untuk diriku sendiri?" Kalau kasusnya seperti itu, ikutilah panduan berikut:
- Milikilah ketenteraman. Teman saya, Wayne Schmidt, mengatakan, "Kompetensi pribadi sebesar apapun takkan dapat mengompensasikan ketidaktenteraman pribadi." Kalau Anda membiarkan ketidaktenteraman Anda menguasai Anda, Anda menjadi tidak fleksibel dan enggan berubah. Dan untuk bertumbuh, Anda harus bersedia berubah.
- Kenalilah diri Anda sendiri. Anda takkan dapat menemukan posisi yang tepat bagi diri sendiri kalau Anda tidak mengetahui kekuatan dan kelemahan Anda. Luangkanlah waktu untuk merenungkan serta menelaah bakat-bakat Anda. Mintalah orang lain untuk memberikan umpan balik. Lakukanlah segala yang diperlukan untuk menyingkirkan bintik buta pribadi Anda.
- Percayailah pemimpin Anda. Seorang pemimpin yang baik akan membantu Anda bergerak ke arah yang tepat. Kalau Anda tidak percaya kepada pemimpin Anda, mintalah bantuan kepada pembimbing lainnya. Atau pindahlah ke tim lainnya.
- Lihatlah gambaran besarnya. Tempat Anda dalam tim hanya masuk akal dalam konteks gambaran besarnya. Kalau satu-satunya motivasi Anda dalam menemukan posisi yang tepat adalah demi keuntungan pribadi, motif-motif buruk Anda bisa menghalangi Anda menemukan apa yang Anda inginkan.
Andalkanlah pengalaman Anda. Dalam hal ini, satu-satunya cara untuk mengetahui apakah Anda sudah menemukan posisi yang tepat adalah dengan mencoba sesuatu yang tampaknya tepat dan belajar dari kegagalan serta keberhasilan Anda. Kalau Anda temukan untuk apa Anda diciptakan, hati Anda akan bernyanyi. Ia akan mengatakan, "Tak ada tempat yang seperti ini yang mendekati tempat ini, jadi pastilah ini tempatnya!" –selesai- (lead.sabda.org)
|