ABOUT US RATE CARD CONTACT US    
 
 
Untuk Media Player Lain ;
 
Counselor 1   
Counselor 2    
Telepon (021) 5565-1350
 
 

 

 

Pelayan Musik Gereja yang Ideal (II)


C. Karakter Yang Terpuji
Karakter Pemuji Allah pada prinsipnya adalah karakter seorang pelayan Allah. Dan Paulus menasihatkan khususnya pelayan muda:

Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.

Penuturan Paulus ini disatu sisi ingin meneguhkan bahwa kemudaan bukan halangan bagi pelayanan tetapi tetap harus ada yang dapat dipakai untuk memukau orang (secara positif) yakni dengan menjadi teladan yang terkandung dalam karakter sekaligus mencerminkan karakter.

Teladan yang diharapkan hadir dalam diri Timotius bukan karena kemudaannya tetapi karena ia adalah seorang pelayan Allah. Teladan tersebut mencakup: perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan, dan kesucian.

Perkataan
Milikilah perkataan yang menjadi perkataan. Perkataan yang tajam tetapi tidak melukai. Perkataan yang tepat pada sasarannya tanpa melukai orang lain.

Tingkah Laku
Memang Allah tidak memandang rupa tetapi melihat hati. Namun hal itu bukan berarti tidak ada kesejajaran antara hati dan tingkah laku. Akan terlihat begitu membingungkan bila hati seseorang yang katanya baik dalam penjabaran dalam tingkah laku justru sangat memuakkan.

Kesetiaan
Kesetiaan adalah mata uang yang berlaku dimana-mana. Bahkan kelompok kejahatan sekalipun menuntut kesetiaan di antara pengikutnya. Kesetiaan pelayan Tuhan tidak hanya dibuktikan pada keteguhan memegang komitmen pelayanan tetapi juga pada keteguhan berpihak pada kebenaran. Kata lain dari kesetiaan adalah integritas yang menunjukkan nilai kita yang tetap sekalipun berpindah-pindah konteks hidup.

Kasih
Tanda dari pelayanan yang sejati adalah kasih, bukan kekuasaan, keberhasilan atau kebesaran pelayanan. Keberhasilan dan kekuasaan tanpa kasih sama artinya dengan sebuah pelayanan yang telah meninggalkan hukum Kristus yang terutama dan pertama.

Kesucian
Sulit melihat kesucian dalam dunia yang serba relatif dan memudar. Kesucian hanya dianggap mimpi utopis. Namun kesulitan yang ada bukan alasan atau halangan seseorang membuktikan apa yang dituntut Tuhan: "sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus" (I Pet 1:16).

D. Profesional Dalam Karya dan Pelayanan
Kata ini sudah dipahami dengan keliru oleh kebanyakan orang. Profesional sering dianggap lawannya amatir dan terkesan bayaran. Padahal yang dimaksud dengan kata tersebut di sini adalah: cakap di bidangnya. Pelayan musik gereja bukanlah orang yang sekedar memiliki minat dan bakat musik tetapi mereka yang benar-benar mengembangkan talenta dan minatnya itu dalam bentuk pelatihan yang menimbulkan kecakapan. Paulus memerintahkan Timotius untuk tidak lalai mempergunakan karunia yang ada padanya dalam pelayanan:

Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua.

Perintah Paulus ini mengandung makna tersirat agar Timotius terus melakukan pelatihan yang kelak akan menghasilkan kecakapan atau profesionalitas. Hasil dari pelatihan itu tentunya tidak menjadi sesuatu yang tidak dapat dinilai atau diukur malah sebaliknya hal itu justru menjadi satu bentuk kemajuan yang memajukan pelayanan jemaat itu sendiri:

Perhatikanlah semuanya itu, hiduplah di dalamnya supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang.

Dalam upaya meningkatkan profesionalitas pelayaan dibutuhkan ruang dan waktu belajar yang memadai, kerja keras, ketekunan, dan menghancurkan rasa puas diri. Pelayanan menghabiskan waktu untuk terus-menerus mengobarkan api bukan untuk memadamkannya.(II Tim 1:6). (bersambung)