ABOUT US RATE CARD CONTACT US    
 
 
Untuk Media Player Lain ;
 
Counselor 1   
Counselor 2    
Telepon (021) 5565-1350
 
 

 

 

Pentingnya Musik Dalam Gereja (I)


Di awal kitab Kejadian (Kejadian 4:21) telah ditunjukkan bahwa Allah adalah Pencipta musik dan menyukai musik. Allah-lah sumber inspirasi musik. Bahkan, Lucifer mewarisi potensi musik dari Allah.

"Ke dunia orang mati sudah diturunkan kemegahanmu dan bunyi gambus-gambusmu; ulat-ulat dibentangkan sebagai lapik tidurmu, dan cacing-cacing sebagai selimutmu.

Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putra Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!" (Yesaya 14:11,12, bandingkan dengan Yehezkiel 28:12).

Pada zaman pemerintahan theokrasi, melalui para nabi, hakim dan imam, juga pada zaman raja-raja; Allah memberi porsi yang banyak terhadap musik. Raja Daud telah menempatkan musik secara istimewa: ada orang-orang tertentu yang digaji sebagai tenaga penuh untuk memuji Tuhan siang dan malam; ada jabatan dan aturan-aturan yang ditentukan untuk mereka, ditempatkan di bilik-bilik tertentu, dilengkapi dengan pakaian seragam dan alat-alat musik lengkap.

"Inilah orang-orang yang ditugaskan oleh Daud memimpin nyanyian di rumah TUHAN sejak tabut itu mendapat tempat perhentian. Di hadapan Kemah Suci, yakni Kemah Pertemuan, mereka melayani sebagai penyanyi sampai Salomo mendirikan rumah Tuhan di Yerusalem. Mereka melakukan tugas jabatannya sesuai dengan peraturannya" (1 Tawarikh 6:31,32). "Dan inilah para penyanyi, kepala-kepala puak orang Lewi, yang diam di bilik-bilik dan bebas dari pekerjaan lain, sebab siang dan malam mereka sibuk dengan pekerjaannya" (1 Tawarikh 9:33).

Sangat menarik untuk disimak bahwa Alkitab menyebut 800 kali lebih hal-hal yang berkaitan dengan liturgi (tata cara kudus) dan musik:

  • Kelahiran seorang Putra dari seorang perawan disebut 2 kali
  • Misi disebut 12 kali
  • Pembenaran disebut 70 kali
  • Penyucian disebut 72 kali
  • Pertobatan disebut 110 kali
  • Baptisan disebut 80 kali
  • Menari disebut 5 kali
  • Bersorak disebut 65 kali
  • Mengucap syukur disebut 135 kali
  • Menyanyi disebut 287 kali
  • Bersukacita disebut 288 kali
  • Memainkan alat musik disebut 317 kali
  • Memuji disebut 332 kali
Hal ini tidak berarti bahwa doktrin-doktrin dasar tentang keselamatan tidak penting. Namun, angka-angka di atas menunjukkan betapa banyak, baik, dan sering seharusnya kita mengucap syukur atas keselamatan yang kita terima. Dan, seharusnya kita juga semakin mengenal Allah yang kita puji dan sembah. Rasul Paulus yang begitu hebat, dengan rendah hati senantiasa ingin mengenal Tuhan-nya lebih dalam lagi. "Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya" (Filipi 3:10). (bersambung)