ABOUT US RATE CARD CONTACT US    
 
 
Untuk Media Player Lain ;
 
Counselor 1   
Counselor 2    
Telepon (021) 5565-1350
 
 

 

 


Saling Mengasihi (I)

"Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi." I Yohanes 4:7

Kapan terakhir kali seorang Kristen memanggil engkau, "Saudara yang kekasih"? Dalam pemakaian alkitabiah penyataan ini tidak bersifat sentimental.

Paragraf teragung mengenai kasih dalam Alkitab dimulai pada I Yohanes 4:7 dengan kata-kata, "Saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, dinyatakan dalam dua kata Yunani yang penuh penekanan, "Agapetoi, agapomen," yang arti harafiahnya, "Engkau, yang telah dikasihi Allah, kasihilah satu sama lain."

Kita harus saling mengasihi dengan tiga alasan:

  1. Allah sendiri adalah kasih
  2. Pemberian Allah membuktikan kasih-Nya
  3. Kasih Allah sempurna di dalam kita ketika kita saling mengasihi
1. Allah adalah kasih

Dua kali dalam konteks ayat 8 dan 16 Yohanes menyatakan kebenaran ALLAH ADALAH KASIH! Cara mengekspresikan ini berarti bahwa kasih Allah tidak hanya salah satu sifat di antara sifat-sifat lainnya. Berarti bahwa Allah kasih dalam keberadaanNya terus menerus, secara instrinsik. Kesucian dan kasih menjadi karakteristik seluruh keberadaan Allah (I Yohanes 1:5).

Fakta Kesatuan Allah dalam Tritunggal adalah dasar dari seluruh iman dan kehidupan praktika kita. Dalam Tiga Pribadi ada kasih yang sempurna. Bapa mengasihi Anak secara sempurna dan Anak kepada Bapa. Demikian pula Roh Kudus mengasihi Bapa dan Anak. Roh datang untuk membina kasih dalam seluruh anggota tubuh Kristus.
Dalam Yudaisme tidak ada konsep kasih. Tetapi orang Yahudi juga dekat dengan Perjanjian Lama dimana Tritunggal tercakup secara implisit. Dalam Perjanjian Baru Tritunggal dinyatakan secara eksplisit. Jika kita melihat ketakutan dan kebencian pada orang bukan Kristen, bukankah itu menunjukkan tidak ada sumber di mana kasih Ilahi dapat dirasakan, diserap, dilaksanakan dan berbalasan?

Teologi Reformed tidak mewarisi yang demikian. Tetapi atas hal ini kasih dari Allah Tritunggal dicurahkan.

2. Pemberian Allah membuktikan kasih-Nya

Alasan kedua yang mendorong motivasi untuk saling mengasihi didasarkan pada pemberian Bapa dalam sejarah. Ia "mengutus" Anak-Nya. Mengutus Dia berpresaposisi Ia adalah Allah dan memiliki pra-eksistansi-Nya. Pengutusan merupakan suatu pemberian demi keselamatan kita, pertama dengan menyediakan kebenaran melalui kehidupanNya yang sempurna bagi kita, dan kedua melalui pendamaian. Merupakan satu tindakan penuh kehinaan untuk mengambil rupa manusia namun dengan merendahkan diri sendiri, bahkan sampai mati di kayu salib, Ia menjadi korban penebusan bagi dosa kita; Penanggung murka, Pengganti posisi kita yang terhukum. (bersambung)