ABOUT US RATE CARD CONTACT US    
 
 
Untuk Media Player Lain ;
 
Counselor 1   
Counselor 2    
Telepon (021) 5565-1350
 
 

 

 


”Istana Makanan”

Dalam sebuah iklan TV baru-baru ini, tampak anak-anak sedang berdebat di kursi belakang mobil soal di mana mereka akan berhenti untuk makan malam. Satu anak ingin makan pizza; yang lain ingin ayam. Sang ibu, yang duduk di depan, mengatakan, “Tidak, kita akan makan hamburger.”

Sang ayah dengan segera menyelesaikan percekcokan itu dengan melontarkan ide: “Kita akan makan di rumah makan prasmanan, dan masing-masing kalian akan mendapatkan apa yang ingin kalian makan dan sebanyak yang kalian inginkan.” Iklan ini diakhiri dengan kalimat, “Atasilah cekcok keluarga tentang menu makan malam. Datanglah ke Rumah Makan _____, ‘Istana Makanan.’”

Ketika melihat iklan itu, saya terpikir tentang satu “Istana Makanan” yang lain: surga. Inilah tempat yang akan menyediakan semua hal yang kita perlukan. Yang terutama, kita akan sungguh-sungguh berada di hadirat Allah yang Mahakuasa. Dalam gambarannya tentang surga, Yohanes menulis, “Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya” (Why. 22:3).

Jiwa kita yang haus akan sungguh dipuaskan oleh “sungai air kehidupan yang jernih” yang mengalir keluar dari takhta-Nya (22:1), karena Dia berkata kepada umat-Nya, “Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan” (21:6). Dan di surga, ada pohon kehidupan untuk “menyembuhkan bangsabangsa” (22:2). Yang tidak akan kita temukan di “Istana Makanan” ini adalah laknat (22:3), maut, ratap tangis, atau dukacita (21:4).

Kita akan benar-benar puas di “Istana Makanan” tersebut. Apakah Anda siap untuk pergi ke sana? (rbcindonesia.org)