ABOUT US RATE CARD CONTACT US    
 
 
Untuk Media Player Lain ;
 
Counselor 1   
Counselor 2    
Telepon (021) 5565-1350
 
 

 

 


Saling Mengasihi (II)

Senjata kita untuk memenangkan dunia adalah kebenaran dan kasih

Betapa Bapa yang penuh kasih tidak menderita ketika melihat Anak Tunggal-Nya mati dalam kehinaan? Tidak pernah terjadi, tidak sekali- kali terjadi, pengorbanan diri lebih besar dari pemberian Bapa akan Anak-Nya untuk menjadi korban penebusan atas murka Ilahi dan memuaskan keadilan Ilahi. Tidak ada pemberian lebih besar dari Bapa yang dapat dihitung karena tidak ada pemberian yang lebih besar yang mungkin diberikan. Itulah pemberian "tak terkatakan" (II Kor 9:15, juga I Yohanes 3:16; Roma 8:32). Dalam I Yohanes 4:7-12 kita mendapatkan penjelasan lebih jelas mengenai kasih Bapa. Patut dicatat pengekspresian kata "sedemikian mengasihi". Jika Allah sedemikian mengasihi kita, kita harus saling mengasihi.

Kasih berarti mengampuni dosa orang yang kita kasihi dan tidak mengingatnya lagi. Inilah yang dilakukan Bapa kepada umat manusia yang memberontak; Ia mengampuni dosa terhadap-Nya dengan bayaran sendiri. Kita juga harus demikian. Merupakan sebuah perintah, "Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu." (Matius 11:26).

3.   Kasih Allah sempurna di dalam kita jika kita mengasihi satu dengan yang lain.
"Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita." (I Yohanes 4:12). Ini merupakan pernyataan yang mengagetkan karena kita tahu bahwa kasih Allah sempurna dinyatakan dalam Ketritunggalan-Nya. Tetapi Yohanes menekankan bahwa kasih Allah dibawa kepada kesempurnaan di dalam kita ketika kita mengasihi sebagaimana seharusnya. Kasih Allah dinyatakan ulang dalam kita dan di antara kita ketika kita saling mengasihi satu dengan yang lain dalam kebenaran dan dalam tindakan.

Kasih Allah sempurna ketika kita mengasihi satu dengan lain, bukannya perpecahan, saling menyerang, menganiaya dan menekan. Sesuatu yang mencengangkan malaikat adalah ketika mengobservasi kasih gagal dalam jemaat orang kudus khususnya di antara mereka yang mula-mula membenci satu dengan lainnya.

Siapa yang mampu meletakkan api di atas sumur minyak di Kuwait? Seperti neraka yang mengamuk! Suatu neraka yang lebih besar yang tidak dapat dilacak, adalah lautan dari kebencian yang mengamuk dalam neraka; kebencian dari setan dan kebencian dari orang berdosa yang tidak bertobat. Untuk memiliki satu hati baru yang mengasihi, dan menanggalkan api kebencian kepada Allah dan manusia merupakan pekerjaan yang saling melengkapi. Menunjukkan kasih yang benar dalam gereja adalah pekerjaan sorgawi.

Aplikasi
Menghadapi mereka yang belum mau menerima Yesus Kristus membutuhkan pemikiran yang jernih dan pelaksanaan kasih yang dinyatakan dari pribadi kepada pribadi. Ketika Yesus berdoa untuk kesatuan dari Gereja-Nya (Yohanes 17:20-23), Ia membuktikan bahwa melalui kesatuan dalam kasih Roh Kudus memakainya untuk mempertobatkan dunia. Senjata kita untuk memenangkan dunia adalah kebenaran dan kasih. –selesai- (momentum)