ABOUT US RATE CARD CONTACT US    
 
 
Untuk Media Player Lain ;
 
Counselor 1   
Counselor 2    
Telepon (021) 5565-1350
 
 

 

 


Kedamaian Sejati

Bertahun-tahun yang lalu, saya berkenalan dengan seorang pemuda yang ikut dalam sebuah geng sepeda motor. Tadinya ia besar di lingkungan tempat orangtuanya melayani di luar negeri. Ketika keluarganya kembali ke Amerika Serikat, tampaknya ia tidak dapat menyesuaikan diri dengan gaya hidup yang baru. Pemuda ini menjalani kehidupan yang bermasalah dan akhirnya terbunuh dalam perkelahian jalanan dengan geng saingannya.

Saya telah melayani di banyak ibadah pemakaman, tetapi yang kali ini meninggalkan kesan yang paling mendalam. Ibadah diadakan di sebuah taman di mana terdapat danau kecil dengan rumput yang tumbuh alami di sekitarnya.

Teman-temannya memarkir sepeda motor mereka membentuk lingkaran dan duduk di rumput mengelilingi saya dan seorang teman ketika kami memimpin ibadah. Secara sederhana dan singkat, kami memberitakan arti damai di tengah perselisihan dan kedamaian batin yang dapat diberikan oleh kasih Yesus.

Setelah itu, seorang anggota geng motor berterima kasih kepada kami. Ia mulai beranjak pergi, tetapi ia berbalik lagi. Saya tidak pernah melupakan ucapannya. Ia berkata bahwa ia punya motor, apartemen, dan pacar, lalu ia menambahkan, “Tetapi aku tak merasakan damai.” Lalu kami berbicara tentang Yesus yang menjadi kedamaian kami.

Apakah kita memiliki helikopter atau mobil, rumah besar atau apartemen kecil, seorang kekasih atau masih sendiri, tidak ada bedanya. Tanpa Yesus, tidak akan ada damai. Dia berkata, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu” (Yoh. 14:27). Anugerah ini diberikan kepada semua orang yang percaya kepada-Nya. Pernahkah Anda meminta damai-Nya?

Tuhan, aku ingin memiliki damai dalam hidupku.

Untuk berdamai dengan-Mu, dengan sesama, dan diriku sendiri.
Firman-Mu menyatakan bahwa damai berasal dari-Mu.
Tolong beri aku anugerah damai-Mu. Amin.

Yesus mati menggantikan kita untuk memberi kita damai sejahtera-Nya. (rbcindonesia.org)